Sabtu, 08 Juni 2013



HARI INI
(Refleksi HUT ke-29)
Dari Kaliurang tepatnya di Wisma Maya saya ingin menulis sedikit pengalaman kasih bersama-Nya. Saya sadar bahwa sesungguhnya saya tidak pantas berada di sini. Saya telah mengecewakan banyak orang, saya mungkin pernah melukai sesama, terkadang saya juga ingkar janji dan kurang peduli dengan sesama di sekitarku. Namun kekuatan Cinta Tuhan ternyata mengalahkan segalanya. Karena kesadaranku IA tetap setia menyertaiku. Butiran cinta telah menggumpal bagaikan emas dan perak yang siap diolah menjadi emas murni. Kesetiaan-Nya nyata dalam hidupku, berkat dan perlindungan-Nya  sungguh saya rasakan.
Beberapa jam lagi aku ingin melewati masa-masa hidupku yang lalu. Namun bukan berarti melupakan semuanya. Ada pengalaman indah, ada kenangan manis harus kubawa dalam hidupku selanjutnya. Yang lama dan merugikanku akan kutitip di sini, di tempat aku bermenung persis di kamar No 7. Malam ini tepat pukul 22.00 menjadi saksi bahwa di kamar No 7 ini kutitipkan segala beban dosaku. Aku terlalu capeh memikulnya, aku sudah lelah membawanya. Aku ingin hidup bebas bersama burung merpati yang setia menunggu tuannya. Entah pengalaman apa yang akan kulalui, perjuangan hidup seperti apa yang akan kujalani semuanya tergantung pada DIA yang memanggilku. Aku siap menerimanya.
Para sahabatku semuanya tentu bertanya: apa maksud semua ini? ada apa dengan diri seorang “Libert”? Adakah sesuatu dibalik ini semua? Jawabannya ada pada tanggal 23 Juli. Anda pasti tahu si “Libert” kecil pada  29 tahun yang lalu telah lahir dari Rahim seorang ibu yang baik dan penuh perhatian. Ibu yang penuh belas kasihan, Ibu yang sangat menyayangi anak-anaknya, termasuk seorang Libert yang saat ini tidak berada bersama sang Ibu. Sang Ibu yang masih sehat dan segar itu pasti tahu dan sadar bahwa hari ini salah satu puteranya dikaruniai usia yang ke-29. Begitupun sang Ayah. Sang Ayah yang penuh cinta, rendah hati, bersahaja dan pekerja keras tentu tahu dan merasa bahwa hari ini Puteranya yang dipanggil Br. Libert, CSA itu boleh merayakan hari ulang tahunnya yang ke-29.
Aku tidak tahu harus berbuat apa. Anda, para sahabatku pasti tahu apa yang harus saya lakukan, sebab kalianpun pasti pernah merasakan seperti yang kurasakan saat ini. Aku bahagia dan penuh rasa syukur. Kebaikan dan dukungan dari kalian, secara khusus kakak-kakaku dan anggota komunitas/Kongregasiku adalah wujud cinta Tuhan kepadaku. Saya boleh merayakan ulang tahun ini bukan karena kekuatanku semata, tetapi sungguh merupakan rahmat Tuhan yang selalu melimpah atas diriku. Cinta dan perhatian-Nya telah tumbuh dalam diriku selama 28 tahun yang lalu. Semoga cinta dan perhatian yang sama tetap ada dan selalu bersamaku di hari-hari yang akan datang, terlebih di usiaku yang ke-29 ini.
Kehadiran dan cinta-Nya tak cukup  kuungkapkan dengan kata-kata. Saya ingin berpasrah, terserah Tuhan mau dibawa kemana hidupku atau mau diapakan diriku. Yang jelas aku masih SETIA dan MENCINTAI-NYA. Tugasku belum selesai aku masih ingin hidup 1000 tahun lagi. Aku sama sekali belum memberikan apa-apa kepada CSA. Hanya diriku yang kupersembahkan, tak ada yang lain.
Di usiaku yang ke-29 ini, usia yang tidak mudah untuk dilewati apalagi dalam ilmu Psikologi dikatakan usia yang sedang mengevaluasi hidup dan tujuan hidupnya serta saat-saat kritis juga. Benarkah demikian? Aku juga belum tahu. Yang terpenting saya mau dan siap menyadarinya. Saya juga menyadari bahwa di masa-masa yang akan datang banyak persoalan dan tantangan yang harus saya hadapi, baik dari luar maupun dari dalam diri. Saya tidak mampu berjalan sendirian. Saya adalah manusia yang punya kekurangan tetapi akan dilengkapi dan disempurnakan oleh DIA yang memanggilku.
Hari ini merupakan hari yang penuh makna bagiku dan tak kan pernah kulupakan. Bersama gelapnya malam dinginnya suasana malam itu diiringi suara binatang kecil menghiasi perasaanku yang penuh syukur. Hanya dengan rasa syukur kupanjatkan kepada Tuhan yang memanggilku. Segala hidupku kuserahkan kepada Tuhan. Aku ingin berpasrah dan siap sedia bila suatu saat aku kembali kepada-Nya. Inilah doa, inilah ungkapan hati, hanya dengan itulah aku bermohon: “ TUHAN…. HANYA ENGKAULAH ANDALANKU, KUSERAHKAN DIRIKU PADAMU”.

(Kaliurang, Wisma Maya KM 07-22.07.12. Pkl. 22.45)

1 komentar: