BEO
MBOHANG TERCINTA DENGAN KISAH-KISAH INDAHNYA
DI MASA LALU
“ Sebongkah kisah hanya ada dan terngiang di sanubari seseorang, jika dia
tahu apa artinya sejarah dan untuk apa sejarah dibuat, sebuah kisah menjadi
indah dan menarik jika dipoles dengan cinta dan perhatian yang besar, cinta itu
ada dan nyata jika kita saling menhargai dan
mengormati”
Pengantar
Saudari dan Saudaraku... Tentu ada kebanggaan
yang tak terkira ketika Mbohang memiliki generasi baru. Generasi baru itu saya
lambangkan dengan tunas untuk menggambarkan kebaruan dan gairah pertumbuhan
kita. Itu mengimplisitkan juga optimisme bahwa kita akan menjadi generasi yang
akan bertumbuh menjadi generasi yang kuat dan berbuah, dan akan diikuti pula
oleh generasi berikutnya yang mengikuti jejak-jejak kita, bahkan mereka itu
akan melampaui keunggulan generasi kita. Bayangkan saja dari pedalaman kampung
Mbohang kita ada Kakak Ansi yang sudah menyandang gelar doktor dalam bidang
akademik; ada Rm. Eman yang sudah bergelar master, dan sudah ada beberapa di
antara kita yang bergelar sarjana, dll.. Melihat kekhasan kita itu dibandingkan
dengan orang tua kita, kiranya tepat kalau dikatakan bahwa kita adalah generasi baru.
Tentu saja kita semua setuju
bahwa sebagai generasi baru kita mempunyai pengalaman hidup tersendiri;
mempunyai paradigma berpikir tersendiri sesuai dengan bidang pengetahuan kita
dan lingkungan akademik dan kultural di mana kita berada. Itu semua adalah
kekayaan yang kiranya dapat dibagikan terhadap satu sama lain. Saya juga yakin
bahwa kita semua punya idealisme untuk kebaikan dan kemajuan kampung halaman
kita. Saya juga sangat yakin bahwa sebagai pribadi-pribadi yang memiliki
otoritas pengetahuan, kita diharapkan oleh Ende-Ema dan Ase-Kae di kampung
untuk memberikan sumbangan menurut cara khas kita. Mari, Saudari dan
Saudaraku...kita sehati dan sejiwa saling berbagi dalam group ini.
Dengan kasih sayang Allah,
Godefridus Palus
Melihat
dan menyadari bahwa group kita ini penting untuk kita kembangkan bersama, maka
saya punya inisiatif untuk mengumpulkan semua cerita-cerita lucu maupun
kisah-kisah indah waktu sekolah di SDI Mbohang atau pengalaman-pengalaman lain
semasa kita kecil, bersekolah hingga kita menjadi orang yang punya harapan masa
depan bagi perkembangan Mbohang. Tujuan dari terkumpulnya cerita-cerita
tersebut adalah agar kita semakin mengenali diri kita dan sesama dalam ranah
sejarah. Seperti sering diungkapkan “ Jasmerah” (jangan lupa sejarah), karena
dengan sejarah kita semakin mencintai diri kita dan tempat dimana kita
dilahirkan dan dibesarkan. Satu hal yang menjadi kebanggaan bahwa orang tua
kita di kampong Mbohang sudah mempunyai kesadaran yang tinggi akan pendidikan,
sehingga sampai saat ini banyak anak-anak dan adik-adik kita yang terus menerus
menggali potensi mereka dengan bersekolah. Ada yang tingkat SD, SMP, SMA hingga
Perguruan Tinggi. Harapannya agar dengan berpengetahuan luas beo Mbohang
semakin jaya dan menjadi kampung pendidikan, kampung yang menjadi inspirasi
bagi yang lain. Hanya kepada mereka yang berpendidikan yang tahu akan indahnya
masa depan, tahu akan menghargai dan menghormati orang lain tanpa ada perbedaan
suku dan ras tertentu.
Bagi saya
beo Mbohang adalah tempat bersemainya panggilan hidup. Entah panggilan menjadi
Romo, bruder, Suster, berkeluarga, Guru, bidan, dll. Semuanya menunjukan bahwa
masa depan Mbohang akan menjadi beo yang senantiasa penug Persaudaraan Kasih
dan Damai (PKD). Maka dari itu, tidak ada salahnya jika group “Generasi Mbohang masa depan” dibuat
oleh tangan kasih saudara kita Godefridus Palus.
Marilah
secara bersama-sama, bahu membahu membagikan apa yang kita punya. Membagi
cerita indah di masa lalu maupun kisah-kisah lain yang dapat menginspirasi kita
untuk semakin mengembangkan diri dan masa depan kampung kita, kelak suatu saat
kita akan menjadi pribadi yang cerdas dan humanis, semakin dicintai dan
dihargai sesama serta menjadi pribadi yang tahu dan menyadari akan perkembangan
zaman. Zaman terus berubah, maka mind set kita juga harus berubah, kita harus
melawan arus bukan mengikuti arus, sehingga kita menjadi semakin tangguh dan
matang dalam menjawabi tantangan zaman. Good luck.
Salam
Kasih dan Damai
(Br.
Libert, CSA)
Beberapa
cerita dan kisah berikut ini akan menjadi cerminan bagi kita akan cinta dan
perhatian kita akan sejarah masa lalu. Masa lalu adalah sebuah kenangan yang
membangkitkan semangat di masa sekarang, dan masa sekarang akan menjadi
gambaran suatu tujuan akan masa depan. Masa depan ada dihadapan kita, maka kita
dituntut untuk semakin kreatif dan selalu belajar dari pengalaman. Selamat
membaca.
Danong du
sekolah wa Tonggur ami, one reha salang, raha hi Nadus Santus agu hi Ito Gabut.
Toe'p ngance koleng li kraeng Ito'g ta sehingga retang sambil ngga'ut. Bo ende
de hau do kin anak one tukan. Ha..a..a.. (Pak Feliks Arjo)
Manga denge tombo laku dan sangat unik.tombo du jaman masih tdk enak.
kalau ga salah dari kae Br. Libert Jehadit dulu ada
seorng di sini waktu masih kecil senang sekali pecu di jerigen ata gogong, poli
hitu liha ga jera ata isukn,,hahaha...nggo taen damang isuk gogong ho lemeu
wangi........kalai gas beracun taung bonen..ceing pe hitu e br. Libert
????hahahaa (Adrianus Suryanto)
eme tenang agu idep laku danong cang duhu bersenang pertama jera ngo kwe
haju,rame kawe wua ndusuk,agu akasia...(Nimus pangkur)
''Ongga le momang, bobol kudut molor"...Itulah sebuah ungkapan
sederhana yg pernah diutarakan oleh para pendidik ketika sy msh duduk di bangku
SD Mbohang 10 thn yg lalu.....Ungkapan itu memang sedrhana tetapi mengandung
sebuah nilai dan makna yg sangat dalam utk pribadi saya...Kata-kata itulah yg
bisa membentuk karakter dan otak sy tuk menjdi mc yg bsa menjadi panutan
keluarga dan dan org lain...Trma ksh guruku.......Tabe mane ase/ka'e dan tmn2
seperjuangan generasi baru Mbohang...mai ga hang cama2 teko c mbru d kraeng
Laus.. (Ronaldus Sanusi)
Aku danong kuat tapa rengka agu kawe cewo peti. teman daku danong ise
Andi, kesa Rinus Jani, kae Nimus Banggar, Simus Ndagung, Polus pagang, dan
masih banyak yang lain...Kole kawe rengka agu cewo peti ga maeng
ndekar.....masa kecil yang menyenangkan.....hahhahahaha (Libert Jehadit)
Du rame pande oto kalo danong eta Mbohang, aku agu bp Deus du pika haju,
tako paku wa toko Irian Cancar. Caran ga, manga radio rusak diha ema, emi lami
magnet pongo le lawe benang bola di ende. Ata sial ge ite, bete lawe ho'og ta
mendo bail paku. (Pak Feliks Arjo)
bagian dalam SDI Mbohang. kursi tempat saya duduk ini adalah temapt
duduknya "TI" saya lupa nama lengkapnya, tapi nama panggilannya TI,
wetanya Ferry. anaknya tinggi dan cantik waktu itu:) dia sangat pintar terutama
matematika. tempat duduk saya paling belakang bersama twin brothers, Nadus dan
Rafael dan bagian kiri tengah tempat dudknya Sales Pali. pada tgl 17/5/2009
saya duduk cukup lama dan mencoba flash back apa yang saya alami dan saya
dapatkan selama 6 tahun disekolah ini, saya pergi kesetiap sudut dan setiap
kelas mulai saya kelas 1 sampai saya kela 6. saya merasa seperti saya kembali
menjadi Yuvens kecil pada waktu itu, yang polos lugu dan suka usil berlari
kesana kemari..pada waktu itu saya berhasil membawa diri saya pada belasan
tahun lalu..sungguh sangat indah masa2 itu...:) — di Mbohang. (Yuvens Darung)
Sayangnya di group ini hampir tidak ada yg satu leting dg saya. Kalo ada
seru, biar kisah pengalaman menarik waktu sekolah di Tonggur dulu saling
melengkapi. Satu yg masih membekas, hembur ikang one bak dise Kraeng pencetus
group hoo, sale Golod de Emas Mus, sale mai kapela, ha..a...Kami dikejar sang
empunya bak ikan sampai di Watu Bakok...(Rm. Eman Haru, Pr)
SD, dulu aku prNah keNa tamPar daRi gUru gabRiel paku, gaRa2 tdk tau
caKar maTematika,sya prNah kena ngomEl darI pak jeMi gaRa2 tDk mau Ikut laRi
estaFet,ibu maRia juita, prNah maRah sya gaRa2 tdk tau baca, dn skrAng sya sDh
bIsa cKar mtmAtika,bIsa oLahraga,n bisa meBacaa...trMakSihh bWt paRa
pnJasa....(Enu Beatrix Virgo)
Jaman kami dulu pada masa liburan sekolah, kami pergi menjual kayu api ke
Cancar. Saya masih ingat dengan baik harga kayu saya dulu Rp.100. Bangga
Pak...punya uang sendiri walau hanya Rp.100. Uang itu saya belanjakan Rp.25
beli pisang goreng, Rp.50 beli vicin, Rp.25 beli buku tulis. Habis sudah ga
hahah....(Godefridus Palus)
nuk kole du kelas 1..les di Ibu Meri Juita.pas les manga ata pecu antara
ami one ca ruangan,,rei li Ibu g. Ibu : cei ata pecu antara meu ho...... tapi
antara ami toe manga ata jujur,,,,,emi po emi gogong tutak gici ca one sai
dami...hahahaha...... ew gogong patam hau...itu semua demi kebaikan anak2...
(Lian Sutento)
Du wulang dureng agu wulang advokat. Angkatan dami du hitu kelas satu
kin. Toe di do ata bae tulis huruf-huruf, apalagi baca. Kraeng Maksimus Ndagung
lelot do bail hang advokat. Wau ite....wau tuung kat one kelas. Am kome wau
pecu kaut ai gelang moran. Wau borek lelot lita ga berjam-jam. Ibu Mari: "Ceing ata tai one deko,
meu?" (Toe manga ata walen. Lik ca kelas. Rantang.) Emi-emi kaut haju
akasia le Ibu hoo, mbeb ca ca....hahahha....(Godefridus Palus)
Mbohang,,tempat dmna kami bisa belajar dari yang tidak tau menjadi
tau,,,,,masa2 SD yg sangat tidak trlupakan,,apalgi hi guru Jemi danong kuat
cera hang ngurus eme toe bae melaju,,,,mmm lucu,,(Natalia Tea)
Saya punya kisah tak terlupakan saat pertama kali tiba di Malang (Jawa
Timur) pada Juni 2005. Setelah minum dan mandi di rumah keluarga, teman saya
dari Rekas dan saya pergi ke Mall di pusat kota Malang. Baru melewati tangga
masuk terakhir, tangan kami ditarik dua orang laki-laki. Laki-laki: "Mari
Mas...mari Mas...snow ini dapat memutihkan kulit, Mas."
Saya: "Tidak perlu, Mas...Tidak perlu...",
sambil menarik tangan dari pegangan mereka.
Laki-laki: Mereka terus menggosok snow itu di tangan
saya. "Snow ini cocok untuk kulit orang Ambon, Papua, Flores, Mas. Dijamin
bisa membuat putih." Saya :"Cuka minyak... saya tidak perlu snow-mu, Mas.
Dengan kulit begini, kami tetap tampan, Mas..." (Godefridus Paluss)
senang sekali bisa bergabung dengan munculnya forum komunikasi ini.
semoga menjadi sarana yang bermanfaat bagi yang bergabung dan juga untuk
kemajuan Werong - Mbohang kedepannya dari segi seumber daya manusia dan
pengelolaan sumber daya alam serta pemeliharaanya dan yang paling penting
adalah RUMAH TUHAN. (Yuvens darung)
Pernah hi Ten
bete dekon du rombo tuke pau wa Sandur...nanang ngo anak koe inewai kudu tuke
pau hitu, ciek hia eta mai pu'u pau, rantang ita le anak koe inewai. wa'u eta
mai lobo pau demeng dekon ata neho rok, mai hia jahit pake wase pandang (Rm.
Eman Haru, Pr)
Manga kole dami
tuang.du generasi damai ga,,sudah jaman enak sedikit. ai dari pada dite jaman masih
sgt tidak enak..tepeng lili ko one cera..akhir ga ceka cala le ceras taung bate
na'a nai..wkwkwkw...retang koe toe pake deko..hehehehe (Adrianus Suryanto)
Kali ini raha antara hi enu Mina Jemumut agu hi Man Jaru. Raha du kole
sekolah wa watu bakok. Baju pake di enu Mina ho'o baju jorjet (kain baju so
emong keta longkot one pinggir). Pas du weda li Man hi Mina, wai diha ga pas
keta do'ong ne comong baju di Mina. Sorok damang baju hot da'ong wa'i di Man li
Mina ngger sili kebe. Mai tae di Man ga , campe ta, campe ta. Ha...a..a (Pak
Feliks Arjo)
Ase ka'e
ca kole tombo daku. Biasa danong eme leso minggu jatah ngo pika haju awo
Cancar. Haju situ kudu pika ga olo suing kong geal eme ba. Leso Sabtu du hitu
rewung tengkum tadu beo Mbohang, tambang kole usang rewe re sehingga cebo toko.
Du hitu mbaru de kraeng Ito Gabut beta mai mbaru dami. Tiba2 mane hitu hi Ito
ho'o to'o ket toko langsung pongo haju terus lako. Cai sili ruis mbaru dami mai
hia benta bp Quin. Oe.. Ketu, tad ge. Mai tae daku ga ngo nia be Gabut. Mai
walen ga, cob ngo wa Cancar g'ta. Oe Gabut mane mek tana ho'o e (tae daku). Ole
kirang nggitun ko. Ba kole eta haju'n ge. He..e..e. Ase ka'en ho de da'at beo
bora rewung e. (Feliks Arjo)
Ca Ge Tuang Sua(tuang Guru agu Tuang Rm, ca wie nene ended JO goreng
ikang, mungtung ikang ali kete minyak bone cewe bone, gonggar api haeng keta
leba eta..ciek...data tua ende samapai denge taung lel lawa ca beo, Lucun ga
buka kaut para de Emad ALO,,,ciek hitu lauuuuuuuuuunnnnnnn neeee...poti...tae
diha ga manga poti, kali dapur kudut muntung..ba bampang data iwon,,,data iwon
ga..ba lewing mese agu wae..du koe kig ami du hitu danong, toe di bae koso
isung...) (Adrianus Suryanto)
0 komentar:
Posting Komentar